Salat Jangan Lama-Lama! Bisa Merusak Agama!


 

    Hahahaha…….! Mana ada dull….! Kata teman saya saat saya menyampaikan hal ini, pastinya hanya orang awam yang tak mengerti. Ada dua alasan yang membuat saya setuju dengan judul di atas. Sebelum anda melanjutkan membaca, agar tidak terjadi kesalahpahaman karena tidak membaca sampai tuntas dan mengambil kesimpulan dari sudut pandang yang salah, alangkah baiknya anda membaca opini ini sampai tuntas.  

    Pertama; Barakah dari orang Islam di Indonesia yang biasa salat layaknya ‘kejar setoran’ supir bus, banyak orang non Muslim yang akhirnya masuk Islam. Mengapa demikian? Coba bayangkan, misalkan anda adalah orang non Muslim (maaf) yang ingin masuk Islam. Pasti anda akan melihat terlebih dahulu bagaimana cara umat Islam beribadah. 

    Misalkan imamnya membaca surah Al-Waqi’ah atau Al-Mulk pastinya anda akan membatin “Buh…., lama sekali cara ibadanya ummat Islam ya.” Akhirnya, anda pasti akan mengambil kesimpulan cara ibadah umat muslim lama sekali, dan itu yang akan membuat anda dan orang Kafir enggan untuk masuk agama Islam.

    Kedua; Ibadah akan menjadi masalah. Jika ibadah yang seharusnya menjadi kebutuhan sudah menjadi masalah. Maka, anda sudah membuat Tuhan murka dengan anda. Kok bisa? Misalkan saya dan teman saya adalah tamu dan anda adalah tuan rumah yang saya kunjungi. 

    Jika saya terlalu lama dan tidak mengerti bahwa anda mempunyai kepentingan seperti akan pergi ke kantor, ingin segera tidur karena sudah larut malam atau ingin pergi keluar kota pastinya anda akan merasa tidak nyaman sampai kedatangan saya mengganggu waktu anda.

Sama halnya dengan salat berjama’ah, kita sebagai pemimpin salat atau imam, harus mengerti keadaan ma’mum. Jika ma’mum kita adalah para penghafal al-Qur’an, mungkin anda boleh saja untuk berlama-lama dalam memimpin salat walaupun harus mengahtamkan al-Qur’an dalam sekali salat. 

    Namun jikalau ma’mum kita terdiri dari orang tua, santri yang sedang kena jarban1, pedagang, PNS, remaja dan anak-anak yang masih baru belajar salat maka itu akan menjadi masalah. Saya yakin Pedagang pasti akan terganggu jika anda mengimami dengan membaca surah yang panjang. Jikalau suaranya seperti imam-imam di Masjdil Haram tidak apa, namun jika sebaliknya?   

    Pernah ada suatu kisah, ada salah satu sahabat Nabi yang sudah tua (pada waktu itu Nabi sudah dipanggil ke pangkuan-Nya). Setiap kali ia pergi ke masjid ia selalu menunggangi Onta. Namun saat imam sudah Takbir Untanya terlepas dari ikatanya, ia pun memilih mengejar Untanya dari pada ikut takbir dan salat. 

    Apesnya lagi ia baru kembali ketika para jamaah sudah selesai melaksanakan salat. Lalu ada pemuda yang berkata “Lihat orang tua itu! Katanya sahabat Nabi, tapi malah lebih memilih mengejar untanya dari pada salat.” Hal itu pun didengar oleh si orang tua tersebut.

Aku ini sudah tua cung! Dan rumahku juga jauh, bagaimana caraku pulang kalau Untaku kabur. Dari pada aku menyalahkan ibadah gara-gara Untaku kabur lebih baik kukejar untaku.” Jika ibadah sudah menjadi permasalahan, berarti sama saja kita tidak rida/tidak ikhlas dengan ibadah yang kita lakukan. Rasulullah saja pernah bersabda; 

َقالَ رَسُوْلُ اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ إِذَا صَلَّى اَحَدُكُمْ لِلنَّسِ الضَّعِيْفَ وَالسَّقِيْمَ وَ ذَا الْحَاجَةِ وَ إِذَا (أَحَدُكُمْ, فَلْيُطَوِّلْ مَا شَاءَ(رواه البخاري ,مسلم, و أبو داود صَلَّى

  Artinya; “Rasulullah SAW bersabda, 'Bila salah seorang kamu mengimami orang banyak hendaknya ia meringangkan karena di tengah jamaah terdapat orang dhaif, orang sakit, dan orang yang berhajat (orang lansia pada lain riwayat).  Tetapi jika ia melakukan shalat sendiri, bolehlah ia melamakan shalat sesuai kehendaknya.” (HR Bukhari, Muslim, Abu Dawud) Rasulullah yang menerima perintah langsung dari Allah SWT saja mengerti kepada ummatnya, masa anda tidakkah untuk memahami hal ini?

Inti dari opini yang saya tulis ini adalah, kita harus sadar! Jangan KARDIMAN (Karep dhibik pokokna nyaman2) Jika kita yang memimpin salat (imam), kita harus tau kelemahan dan kekurangan yang ada pada pengikut (ma’mum) kita. Dan tidak apa untuk berlama-lama salat, namun perlu digaris bawahi. Lakukanlah saat kalian mendirikan salat secara individual bukan klasikal.[Santri Hafid] 

1Salah satu penyakit kulit yang diakibatkan oleh kutu (Scabies)

2Bahasa Madura yang artinya: Seenaknya sendiri, yang penting enak! 

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url