Menunda Amal Ibadah Termasuk Tanda-Tanda Kebodohan Diri!

 
Menunda-nunda amal kebaikan untuk menunggu datangnya waktu luang termasuk tanda-tanda kebodohan diri sendiri.

    Di saat seorang hamba yang menunda-nunda amal kebaikan atau ibadahnya demi menunggu datangnya waktu kosong adalah salah satu tanda dari bodohnya hamba itu sendiri. Hal ini dikarenakan ia tidak lagi memiliki waktu yang kosong dan disibukkan dengan urusan dunia yang fana ini.

    Padahal, alih-alih ia mencari waktu kosong untuk beribadah, bisa jadi justru ajal yang menjemputnya tiba-tiba. (na’udzubillahi min dzalik) Seharusnya bagi seorang hamba yang betul-betul ingin mendekatkan diri pada Allah haruslah merelakan sebagian  waktunya. Keinginan yang timbul dari diri kita hanyalah angan-angan belaka jika kita tidak ada semangat dan usaha untuk mewajudkanya.

    Sebab itu di Al-Qur’an termaktub; “Wasaari’u ila manghfiratim minallah” yang artinya bersegeralah kalian untuk mengapai ampunan dari Allah. Kenapa disitu ditulis dengan Wasaari’u? karena di saat ada keinginan dalam diri kita untuk melakukan amal ibadah yang baik, bisa saja cepat hilang karena setanlah yang membisikkan pada kita untuk tidak melakukan amal ibadah tersebut.

    Dari situlah kita harus bersegera dalam melakukan hal kebaikan sebelum benar-benar lenyap dari diri kita. Di situlah seorang hamba yang benar-benar sadar harus segera bangkit untuk mengerjakan amal-amal ibadah yang mampu mendekatkan diri kepada Allah sebelum terlambat. Pepatah berkata; “Waktu bagaikan pedang. Bila engkau tidak bisa mengendalikanya, niscaya ia akan menebasmu.”[Santri Hafid]  

 


Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url