Cara Mengatasi Kecewa dan Emosi
“Kayaknya aku gak pernah menang deh?”
“Kenapa
Allah gak adil banget……!”
“Kenapa
dia selalu beruntung?”
“Padahal
usaha dan do’aku udah seimbang, kok gak menang ya….?”
Berbagai kalimat di
atas sering kali diucapkan oleh kebanyakan orang yang gagal dalam menggapai apa
yang diinginkanya. Tentunya kalian bisa membanyangkan, bagaimana kecewanya
seseorang jika hasil yang dia dapat tidak sebanding dengan perjuangan yang
telah dia keluarkan?
Umpatan pasti tidak
dapat dihindari keluar begitu saja dari mulut kita yang rata-rata adalah
umpatan kasar. Kecewa juga bagian daripada emosi, hal itu disebabkan oleh
beberapa faktor antara lain Masalah personal, Masalah dipicu perilaku
orang lain, Kejadian yang tidak mengenakkan, kenangan akan kajadian
traumatis dan Masalah hormon tidak stabil.
Dalam beberapa kasus
yang sering terjadi dalam kehidupan kita, rasa kecewa dan emosi yang tidak
stabil dapat mengubah sifat kita seperti; mudah marah, menggangu kehidupan
sosial, pendendam sampai melakukan kekerasan. Pada postingan kali ini saya
akan mengajak dan memberi tahu bagaimana cara kita untuk mengatasi
rasa kecewa, emosi yang meletup-letup hingga galau tingkat akut, tentunya
dengan cara yang pastinya ampuh dan sudah teruji oleh ‘diri sendiri dan
teman-teman’.
Intropeksi diri.
Ingat pada saat kalian
emosi hingga dilanda kecewa, kalian bisa mengintropeksi diri kalian sendiri
dengan mencari kekurangan dan kesalahan yang telah kalian perbuat selama proses
yang sudah dilalui. Dari mengamati kekurungan dan kesalahan yang sudah
diperbuat tersebut, pasti kalian akan menemukan kelemahan yang bisa diperbaiki
lalu menjadi kaca perbandingan dan dapat meningkatkan kualitas menjadi lebih
baik daripada sebelumnya.
Kalian juga harus
menyadari siapa lawan yang kalian hadapi, apabila lawan kalian lebih unggul dan
lebih baik. Sedangkan kualitas kalian sendiri masih di bawah mereka, ya
wajarlah bila kalian kalah.
Gunakan teknik relaksasi.
Cobalah untuk mengirup
nafas sedalam-dalamnya lalu tahan beberapa menit dan keluarkan lewat mulut
sembari memikirkan hal-hal yang dapat mendamaikan jiwa. Hal ini dapat
menenagkan dan menenagkan saraf-saraf yang tegang akibat emosi serta rasa
kecewa kita yang tidak terkendali.
Ubah cara pikir kalian!
Manusia diberi akal
oleh Tuhan agar berpikir, akal inilah yang membedakan antara manusia dan hewan.
Hewan memang mempunyai akal namun tidak sesempurna manusia dengan kategori
mahluk ciptaan Tuhan yang terbaik. Saat emosi dan kecewa menguasai manusia,
rata-rata mereka tidak bisa berpikir jernih sehingga mengambil keputusan di
luar kendali. maka dari itu, mari ubah pikiran kita untuk tidak seperti anak
kecil lagi! Bagaimanapun kita ini sudah dewasa dan dapat berpikir lebih baik
dari anak kecil.
Ada beberapa cara untuk
mengubah pola pikir kalian tetap terkendali dan seimbang. Tapi,
bagaimana caranya? A. Memikirkan beberapa hal positif.
Misal, hari ini saya mungkin kalah, namun esok hari saya akan menjadi
pemenang! Usaha saya mungkin belum pantas dan layak menjadi pemenang. Tuhan
lebih tahu terhadap diri saya, Ia tahu apa yang saya butuhkan daripada apa yang
saya inginkan. Semoga hal ini menjadi pelajaran saya dapat berhati-hati
kedepannya Dan banyak lagi.
B. Lihatlah di bawah kita. Kalian jangan
sampai salah mengartikan hal itu ya sob, bukan melihat di bawah
kita ketika kalian sedang berada di gedung lantai dua. Namun, lihatlah kepada
orang yang tidak seberuntung kita contoh; Alhamdulillah! Dia memang
sukses, namun ia tuna netra. Beruntung sekali Allah masih memberi saya nikmat
untuk melihat walaupun saya tidak dapat sesukses dirinya. C. Terakhir
adalah bersyukur. Ini adalah cara yang tidak boleh terlewatkan dalam kehidupan
kita sehar-hari, seharusnya setiap kita selesai melakukan segala sesuatu yang
bersifat baik haruslah diakhiri dengan rasa syukur karena kita tidak dapat
melaluinya kecuali dengan kekuatan dari Allah SWT. Semata.
Sabar
& ikhlas.
Ini adalah cara tingkat
‘dewa’ dan perlu latihan yang tidak sebentar serta sangat menguras tenaga dan
mental. Seluruh jiwa baik batin maupun raga harus kita kerahkan untuk
menggunakan cara ini, anak hafidz dan hafidzah tentunya tidak asing dengan arti
dari sepenggal ayat dari surah al-Baqarah yang berbunyi;
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ
إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ
Artinya; “Wahai
orang-orang yang beriman jadikanlah sabar dan salat sebagai penolongmu,
sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.”[QS. Al-Baqarah 153]
arti bersama/ مَعَ di
situ sangatlah dalam, jika bersama pastilah dekat, bersejajar dan beriringan.
Maka, berbahagialah wahai orang-orang yang sabar anda sangatlah dekat dengan
Allah. kalian dekat dengan pejabat saja pasti semua urusan akan kelar dan
beres. Apalagi dekat dengan Allah.
Kecuali hamba-hamba Allah swt yang mengikhlasakn ibadah kepadaNya, maka
Allah memberikan rahmat khusus dan murni kepada mereka. mereka adalah
orang-orang yang selamat dari azab yang pedih. Orang-orang yang ikhlas itu
mendapatkan rizki yang sudah diketahui yang mengalir selamanya di surga, rizki
tersebut adalah buah-buahan yang bermcam-macam, mereka dimuliakan dari Allah di
surga yang penuh dengan kenikmatan yang langgeng. [QS. As-Saffat 40-43]
Jika
kalian menyadari, setiap kita melakukan sesuatu sesungguhnya itu dapat bernilai
ibadah jika kita meniatkannya untuk beribadah kepada Allah SWT. Ya gak
Cuma niat juga kale….harus ikhlas juga! Baru kita akan mendapatkan rahmat
khusus dan murni seperti yang dijanjikan oleh Allah di arti surat As-Saffat di
atas.
Sekian Tips dan Trik kali ini, semoga bermanfaat, kalian
bisa sebarkan hal ini kepada teman-teman yang membutuhkan agar dapat
membantunya mengatasi rasa emosi dan rasa kecewa yang berlebihan.
