Antara Sapi dan Basmalah (Kisah Wali)

 


Santri Hafid - Al-Qur’an diturunkan ke alam semesta ini agar menjadi petunjuk bagi seluruh ummat manusia bagi mereka yang memeluk agama Islam sekaligus menjadi mukjizat bagi baginda Nabi Muhammad Saw. Tidak ada seorang pun yang menandingi dan bisa menciptakan sepenggal ayat Al-Qur’an. Apa jadinya jikalau yang membuat ayat Al-Qur’an adalah manusia, pasti tidak akan sejalan dengan sunnatulllah.

Dalam suatu hadist disebutkan; man qala laailahaillah, dakholal jannah. Yang artinya “Barangsiapa yang mengucapkan kalimat lailahaillah akan masuk surga.” Hadist ini tidak perlu diragukan lagi kebenarannya. Karena kalimat tersebut adalah kalimat Tauhid, maka wajib bagi seluruh umat Islam melafalkannya.

Dalam sebuah cerita yang masyhur dikalangan para ulama, jika kalimat tersebut ditimbang dengan seluruh alam semesta beserta isinya maka, beratnya tak akan tertandingi dengan kalimat Tauhid tersebut.

Dari situlah setiap orang yang mengucapkan kalimat tersebut di akhir hayatnya akan meninggal dalam keadaan Khusnul Khotimah yakni membawa kalimat Tauhid yang amat suci. Tak hanya sampai pada kalimat itu saja, melainkan masih banyak lagi, termasuk kalimat basmalah.

Ada sebuah cerita yang juga masyhur di kalangan para ulama, konon di sebuah desa ada Wali makrifat yang mana biasa diundang oleh orang-orang ke acara-acara hajatan dan lain-lain. 

Pada suatu hari ada yang meninggal dan dia pun ikut di undang, karena saking bahagianya tuan rumah menerima kabar bahwa sang Wali tersebut mau hadir, dia pun menyembelih seekor sapi yang amat besar.

Dari ekspektasi tuan rumah sang Wali akan berdoa’a dengan panjang lebar akan tetapi realita yang terjadi adalah, Wali tersebut hanya membaca basmalah dan pamit pulang karena ada urusan yang lain. 

Sang tuan rumah pun kecewa dan menggerutu karena ia hanya membaca basmalah, akan tetapi hal tersebut segera didengar oleh sang Wali dan ia pun kembali ke rumah tuan rumah tersebut.

“Tolong tebangkan pohon kelapa.” Perintah sang Wali, walaupun perintahnya tidak masuk akal, sang tuan rumah pun menuruti perintah Wali tersebut.

“Letakkan sapi itu di ujung batang kelapa.” Setelah sapi diletakkan seperti perintah Wali tersebut lalu ia pun mulai berucap “Bis……” Tak kalimat basmalah baru dibacakan maka sapi tersebut langsung terlempar karena kalah berat dengan sapi tersebut. 

Dari situlah tuan rumah pun sadar bahwa sesungguhnya dengan kalimat basmalah saja sudah cukup dan ia pun tidak kecewa lalu meminta maaf atas perbuatanya.[Santri Hafid]          

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url